Pakaian adat yaitu semua kelengkapan yang dimaksud dengan pakaian adat yaitu semua kelengkapan yang dipakai oleh seseorang yang menunjukkan ethos kebudayaan suatu masyarakat.
Dengan melihat pakaian seseorang, orang akan mengatakan bahwa orang tsb dari daerah sana, dan ini akan lebih jelas bila ada pawai Bhinneka Tunggal Ika. Jadi pakaian adat mewakili masyarakat dan adat sesuatu daerah membedakannya dengan adat daerah lain..
Pakaian adat Indonesia antara lain, sbb:
Pakaian adat Aceh dilengkapi dengan beberapa macam pernik yang biasa selalu dikenakan pada acara-acara tertentu. Pernik-pernik tersebut antara lain:
Keureusang (Kerosang/Kerongsang/Bros)
adalah perhiasan yang memiliki ukuran panjang 10 Cm dan lebar 7,5 Cm. Perhiasan dada yang disematkan di baju wanita (sejenis bros) yang terbuat dari emas bertatahkan intan dan berlian. Bentuk keseluruhannya seperti hati yang dihiasi dengan permata intan dan berlian sejumlah 102 butir. Keureusang ini digunakan sebagai penyemat baju (seperti peneti) dibagian dada. Perhiasan ini merupakan barang mewah dan yang memakainya adalah orang-orang tertentu saja sebagai perhiasan pakaian harian.
Patam Dhoe
Patam Dhoe adalah salah satu perhiasan dahi wanita Aceh. Biasanya dibuat dari emas ataupun dari perak yang disepuh emas. Bentuknya seperti mahkota.
Patam Dhoeterbuat dari perak sepuh emas. Terbagi atas tiga bagian yang satu sama lainnya dihubungkan dengan engsel. Di bagian tengah terdapat ukuran kaligrafi dengan tulisan-tulisan Allah dan di tengahnya terdapat tulisan Muhammad-motif ini disebut Bungong Kalimah-yang dilingkari ukiran bermotif bulatan-bulatan kecil dan bunga.
Peuniti
Seuntai Peuniti yang terbuat dari emas; terdiri dari tiga buah hiasan motif Pinto Aceh. Motif Pinto Aceh dibuat dengan ukiran piligran yang dijalin dengan motif bentuk pucuk pakis dan bunga. Pada bagian tengah terdapat motif boheungkot (bulatan-bulatan kecil seperti ikan telur). Motif Pinto Aceh ini diilhami dari bentuk pintu Rumah Aceh yang sekarang dikenal sebagai motif ukiran khas Aceh. Peuniti ini dipakai sebagai perhiasan wanita, sekaligus sebagai penyemat baju.
Simplah
Simplah merupakan suatu perhiasan dada untuk wanita. Terbuat dari perak sepuh emas. Terdiri dari 24 buah lempengan segi enam dan dua buah lempengan segi delapan. Setiap lempengan dihiasi dengan ukiran motif bunga dan daun serta permata merah di bagian tengah. Lempengan-lempengan tersebut dihubungkan dengan dua untai rantaiSimplah mempunayi ukuran Panjang sebesar 51 Cm dan Lebar sebesar 51 Cm..
Subang Aceh
Subang Aceh memiliki Diameter dengan ukuran 6 Cm. Sepasang Subang yang terbuat dari emas dan permata. Bentuknya seperti bunga matahari dengan ujung kelopaknya yang runcing-runcing. Bagian atas berupa lempengan yang berbentuk bunga Matahari disebut "Sigeudo Subang". Subang ini disebut juga subang bungong mata uro.
Taloe Jeuem
Seuntai tali jam yang terbuat dari perak sepuh emas. Terdiri dari rangkaian cincin-cincin kecil berbentuk rantai dengan hiasan be4ntuk ikan (dua buah) dan satu kunci. Pada ke dua ujung rantai terdapat kait berbentuk angka delapan. Tali jam ini merupakan pelengkap pakaian adat laki-laki yang disangkutkan di baju.
PAKAIAN ADAT BETAWI
Orang Betawi pada umumnya mengenal beberapa macam pakaian. Namun yang lazim dikenakan adalah pakaian adat berupa tutup kepala (destar) dengan baju jas yang menutup leher (jas tutup) yang digunakan sebagai stelan celana panjang Melengkapi pakaian adat pria Betawi ini, selembar kain batik dilingkari pada bagian pinggang dan sebilah belati diselipkan di depan perut. Para wanita biasanya memakai baju kebaya, selendang panjang yamg menutup kepala serta kain batik..
Pada pakaian pengantin, terlihat hasil proses asimilasi dart berbagai kelompok etnis pembentuk masyarakat Betawi. Pakaian yang digunakan pengantin pria, yang terdiri dari: sorban, jubah panjang dan celana panjang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Arab. Sedangkan pada pakaian pengantin wanita yang menggunakan syangko (penutup muka), baju model encim dan rok panjang memperlihatkan adanya pengaruh kebudayaan Cina Uniknya, terompah (alas kaki) yang dikenakan oleh pengantin pria dan wanita dipengaruhi oleh kebudayaanArab.
PAKAIAN ADAT PALEMBANG
PAKAIAN ADAT BANJAR
Ada beberapa jenis pakaian adat Suku Banjar yang berasal dari provinsi Kalimantan Selatan.
Pakaian Pengantin:
* Pengantin Bagajah Gamuling Baular Lulut
* Pengantin Baamar Galung Pancar Matahari
* Pengantin Babaju Kun Galung Pacinan
* Pengantin Babaju Kubaya Panjang
Pakaian Remaja Banjar
* Baju Kurung Basisit dan Teluk Belanga Banjar
Pakaian yang dikenakan untuk pemilihan Nanag dan Galuh (Naga) Banjar.
Selasa, 15 Juni 2010
MAKANAN TERMAHAL DI DINIA
Di mana kamu bisa memperoleh makanan termahal di dunia? Di Amerika, Perancis, Belanda, atau Inggris? Bukan. Jawabannya adalah di Sri Lanka, salah satu negeri termiskin di dunia. Resor The Fortress di negara itu mengklaim menyediakan makanan termahal di dunia. Harganya mencapai 14.000 dollar AS atau sekitar Rp 132 juta.
Kamu mau tahu makanannya seperti apa? Makanan itu berupa gula-gula berisi buah yang dihiasi patung nelayan berbahan cokelat dan batu permata raksasa. Manajer Humas The Fortress Shalini Perera, seperti ditulis AP, Selasa (25/9), mengatakan, makanan bernama The Fortress Stilt Fisherman Indulgence itu diciptakan untuk memberikan pengalaman baru kepada para pengunjung resor tersebut.
Perera menambahkan, menu mahal itu harus dipesan pengunjung secara khusus. Dia mengaku, sejauh ini pihaknya telah menerima banyak telepon yang menanyakan makanan tersebut, termasuk telepon dari Jepang. Namun, hingga kini belum ada seorang pun yang mau menghambur-hamburkan uang untuk mencoba menu mahal itu.
Kamu mau tahu makanannya seperti apa? Makanan itu berupa gula-gula berisi buah yang dihiasi patung nelayan berbahan cokelat dan batu permata raksasa. Manajer Humas The Fortress Shalini Perera, seperti ditulis AP, Selasa (25/9), mengatakan, makanan bernama The Fortress Stilt Fisherman Indulgence itu diciptakan untuk memberikan pengalaman baru kepada para pengunjung resor tersebut.
Perera menambahkan, menu mahal itu harus dipesan pengunjung secara khusus. Dia mengaku, sejauh ini pihaknya telah menerima banyak telepon yang menanyakan makanan tersebut, termasuk telepon dari Jepang. Namun, hingga kini belum ada seorang pun yang mau menghambur-hamburkan uang untuk mencoba menu mahal itu.
MOTOR BERTENAGA NUKLIR
Nuklir ternyata tidak hanya bisa digunakan untuk pembangkit listrik ataupun sebagai senjata. Nuklir ternyata ada manfaatnya untuk kendaraan roda dua. nuklir, di tangan perancang roda dua asal Prancis yakni Romain Herment ternyata dapat dimanfaatkan. Fusi nuklir akan memungkinkan energi nuklir menjadi sumber listrik untuk menggerakan mesin motor.
Romain menyebutnya Motorbike 2050 Version 2 atau sepeda motor 2050 versi 2. Sepeda motor yang diakuinya sangat keren dan begitu banyak detail yang menarik untuk masa datang.
Sepeda motor itu membutuhkan deuterium dan tritium. Kedua unsur-unsur elemen alami itulah yang dibutuhkan oleh mesin temuannya.
Untuk diketahui Romain membuat konsumen konsumsi bahan bakar pada motor temuannya sangat efisien, seefisien 1 liter air per 100 Km. Selanjutnya, Romain menyatakan berat mesin motor bertenaga nuklir itu cukup ringan dan hanya 55 kg. Jauh lebih ringan dari sepeda motor kelas bebek yang menjamur di Indonesia.
Romain menyebutnya Motorbike 2050 Version 2 atau sepeda motor 2050 versi 2. Sepeda motor yang diakuinya sangat keren dan begitu banyak detail yang menarik untuk masa datang.
Sepeda motor itu membutuhkan deuterium dan tritium. Kedua unsur-unsur elemen alami itulah yang dibutuhkan oleh mesin temuannya.
Untuk diketahui Romain membuat konsumen konsumsi bahan bakar pada motor temuannya sangat efisien, seefisien 1 liter air per 100 Km. Selanjutnya, Romain menyatakan berat mesin motor bertenaga nuklir itu cukup ringan dan hanya 55 kg. Jauh lebih ringan dari sepeda motor kelas bebek yang menjamur di Indonesia.
INDAHNYA PULAU TINOBO DI SELAYAR
Akhir tahun 2004, kebetulan aku dan rekanku dari Makassar mendapat tugas ke Pulau Selayar yang berhubungan langsung dengan Dinas Pariwisata setempat. Tak pernah aku bayangkan sama sekali aku akan bisa sampai ke Pulau Selayar. Perjalananku dari Makassar menggunakan pesawat perintis dengan kapasitas 8 penumpang, panorama dari dari atas sungguh mengagumkan dengan hamparan birunya laut dan hijaunya dedaunan, sekitar 1 jam aku sampai di bandara perintis yang hanya di darati oleh pesawat kecil, dari bandara kami melanjutkan perjalanan melewati beberapa desa dan hutan menujun ke pusat kota kabupaten.Kami menginap di rumah salah satu pegawai Dinas Pariwisata Selayar. Sebuah pemukiman yang tenang dan nyaman, tiap pagi di bangunkan oleh suara burung dan loncatan tupai yang mengelayut dari pohon - pohon kelapa yang banyak tumbuh di sana. Tujuan utama kami ke Selayar adalah ke Pulau Tinabo sebuah pulau yang masuk dalam Taman Laut Takabonerate. Perjalanan dari kota Selayar ke Tinabo makan waktu 6-8 jam, sepanjang perjalanan kita akan melewati beberap pulau yang masih sangat asri dengan hutannya yang masih alami serta perairan yang cukup jernih, selain itu kita juga akan melewati gosong (pulau kecil di lautan yang terdiri dari gundukan pasir), keberuntungan sedang berpihak pada kami,kru kapal memberitahukan kami bahwa rombongan ikan paus yang melintas di kejauhan. Tiba di Tinabo menjelang malam,segera kru kapal bikin makan malam sederhana dengan lauk ikan bakar, diterangi bulan purnama kita nikmati pesona alam pulau tinabo di malam hari. Dari atas dermaga jelas sekali terlihat kehidupan di bawahnya yang sangat menakjubkan, ikan 2 kecil berenang dengan dengan tenang, sesekali melintas hewan menyerupai belut meliuk liuk berwarna hijau menyala,seperti lampu yang menyinari dasar pantai, terumbu karang pun jelas terlihat, sungguh penaorama yang sangat sangat menakjubkan. Sebagian kru melempar pancing berharap mendapat cumi buat esok hari. Pada siang hari kita akan di suguhi panorama yang tidak kalah pada malam hari, sebuah hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau, di ujung pulau terlihat sekumpulan burung camar. Sisi belakang pantai Tinabo mempunyai karakteristik yang berbeda di banding dengan sisi depannya, dimana hamparan pantai pasir putihnya seakan di lindungi oleh hamparan batu karang yang menahan deburan ombaknya. Dipulau itu yang hanya di huni satu keluarga juga terdapat posko Polhut yang bertugas mengawasi lingkungan taman laut Takabonerate. Selama 1 minggu kami berada di Pulau Tinabo dengan berbagai kenangan yang tak dapat terlupakan. Perjalanan kembali ke kota Selayar kami selingi dengan memancing ikan, perahu kami merapat di teluk salah satu pulau dan di lanjutkan dengan kendaraan darat melewati hutan di sisi pantai yang sangat menakjubkan rimbunnya dedaunan di selingi suara burung yang menghibur sepanjang perjalanan kami sampai akhirnya kami sampai di kota Selayar. Kota Selayar, kota yang menyimpan sejuta keajaiban yang belum tergali.
Senin, 24 Mei 2010
Nama Alat Musik Tradisional Khas Daerah Adat Budaya Nasional - Kebudayaan Nusantara Indonesia
1. Provinsi DI Aceh / Nanggro Aceh Darussalam / NAD
Alat Musik Tradisional : TT
2. Provinsi Sumatera Utara / Sumut
Alat Musik Tradisional : Aramba, Doli-doli, Druri dana, Faritia, Garantung, Gonrang, Hapetan,
3. Provinsi Sumatera Barat / Sumbar
Alat Musik Tradisional : Saluang, Talempong Pacik
4. Provinsi Riau
Alat Musik Tradisional : TT
5. Provinsi Jambi
Alat Musik Tradisional : TT
6. Provinsi Sumatera Selatan / Sumsel
Alat Musik Tradisional : TT
7. Provinsi Lampung
Alat Musik Tradisional : TT
8. Provinsi Bengkulu
Alat Musik Tradisional : TT
9. Provinsi DKI Jakarta
Alat Musik Tradisional : TT
10. Provinsi Jawa Barat / Jabar
Alat Musik Tradisional : Arumba, Calung, Dod-dog, Gamelan Sunda, Angklung, Rebab, Siter / Celempung
11. Provinsi Jawa Tengah / Jateng
Alat Musik Tradisional : Gamelan Jawa, Siter / Celempung
12. Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / Jogjakarta
Alat Musik Tradisional : TT
13. Provinsi Jawa Timur / Jatim
Alat Musik Tradisional : TT
14. Provinsi Bali
Alat Musik Tradisional : Gamelan Bali
15. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB
Alat Musik Tradisional : Cungklik
16. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTT
Alat Musik Tradisional : Foi Mere, Sasando, Keloko
17. Provinsi Kalimantan Barat / Kalbar
Alat Musik Tradisional : TT
18. Provinsi Kalimantan Tengah / Kalteng
Alat Musik Tradisional : TT
19. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel
Alat Musik Tradisional : Babun
20. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim
Alat Musik Tradisional : TT
21. Provinsi Sulawesi Utara / Sulut
Alat Musik Tradisional : TT
22. Provinsi Sulawesi Tengah / Sulteng
Alat Musik Tradisional : TT
23. Provinsi Sulawesi Tenggara / Sultra
Alat Musik Tradisional : TT
24. Provinsi Sulawesi Selatan / Sulsel
Alat Musik Tradisional : Alosu, Anak Becing, Basi-Basi, Popondi, Keso-Keso, Lembang
25. Provinsi Maluku
Alat Musik Tradisional : Floit, Nafiri, Totobuang, Tifa
26. Provinsi Irian Jaya / Papua
Alat Musik Tradisional : Atowo, Tifa, Fu
27. Provinsi Timor-Timur / Timtim
Alat Musik Tradisional : TT
Lain-Lain :
- Gerdek berasal dari daerah Dayak Kalimantan
- Kere-kere galang berasal dari daerah Goa
- Kinu berasal dari daerah Pulau Roti
- Kolintang berasal dari daerah Minahasa
- Sampek berasal dari daerah Dayak Kalimantan
- Talindo berasal dari daerah Sulawesi
- Kecapi berasal dari daerah Seluruh Nusantara Umumnya di Jawa
- Kledi berasal dari daerah Kalimantan
- Serunai berasal dari daerah Sumatera
Keterangan Singkatan :
TT = Tidak Tersedia
Keterangan :
Data ini berdasarkan jaman Indonesia masih 27 propinsi dengan provinsi terakhir masih timor timur. Timor timur kini sudah terpisah dari NKRI menjadi negara baru yang berdaulat dengan nama Timor Leste.
Alat Musik Tradisional : TT
2. Provinsi Sumatera Utara / Sumut
Alat Musik Tradisional : Aramba, Doli-doli, Druri dana, Faritia, Garantung, Gonrang, Hapetan,
3. Provinsi Sumatera Barat / Sumbar
Alat Musik Tradisional : Saluang, Talempong Pacik
4. Provinsi Riau
Alat Musik Tradisional : TT
5. Provinsi Jambi
Alat Musik Tradisional : TT
6. Provinsi Sumatera Selatan / Sumsel
Alat Musik Tradisional : TT
7. Provinsi Lampung
Alat Musik Tradisional : TT
8. Provinsi Bengkulu
Alat Musik Tradisional : TT
9. Provinsi DKI Jakarta
Alat Musik Tradisional : TT
10. Provinsi Jawa Barat / Jabar
Alat Musik Tradisional : Arumba, Calung, Dod-dog, Gamelan Sunda, Angklung, Rebab, Siter / Celempung
11. Provinsi Jawa Tengah / Jateng
Alat Musik Tradisional : Gamelan Jawa, Siter / Celempung
12. Provinsi DI Yogyakarta / Jogja / Jogjakarta
Alat Musik Tradisional : TT
13. Provinsi Jawa Timur / Jatim
Alat Musik Tradisional : TT
14. Provinsi Bali
Alat Musik Tradisional : Gamelan Bali
15. Provinsi Nusa Tenggara Barat / NTB
Alat Musik Tradisional : Cungklik
16. Provinsi Nusa Tenggara Timur / NTT
Alat Musik Tradisional : Foi Mere, Sasando, Keloko
17. Provinsi Kalimantan Barat / Kalbar
Alat Musik Tradisional : TT
18. Provinsi Kalimantan Tengah / Kalteng
Alat Musik Tradisional : TT
19. Provinsi Kalimantan Selatan / Kalsel
Alat Musik Tradisional : Babun
20. Provinsi Kalimantan Timur / Kaltim
Alat Musik Tradisional : TT
21. Provinsi Sulawesi Utara / Sulut
Alat Musik Tradisional : TT
22. Provinsi Sulawesi Tengah / Sulteng
Alat Musik Tradisional : TT
23. Provinsi Sulawesi Tenggara / Sultra
Alat Musik Tradisional : TT
24. Provinsi Sulawesi Selatan / Sulsel
Alat Musik Tradisional : Alosu, Anak Becing, Basi-Basi, Popondi, Keso-Keso, Lembang
25. Provinsi Maluku
Alat Musik Tradisional : Floit, Nafiri, Totobuang, Tifa
26. Provinsi Irian Jaya / Papua
Alat Musik Tradisional : Atowo, Tifa, Fu
27. Provinsi Timor-Timur / Timtim
Alat Musik Tradisional : TT
Lain-Lain :
- Gerdek berasal dari daerah Dayak Kalimantan
- Kere-kere galang berasal dari daerah Goa
- Kinu berasal dari daerah Pulau Roti
- Kolintang berasal dari daerah Minahasa
- Sampek berasal dari daerah Dayak Kalimantan
- Talindo berasal dari daerah Sulawesi
- Kecapi berasal dari daerah Seluruh Nusantara Umumnya di Jawa
- Kledi berasal dari daerah Kalimantan
- Serunai berasal dari daerah Sumatera
Keterangan Singkatan :
TT = Tidak Tersedia
Keterangan :
Data ini berdasarkan jaman Indonesia masih 27 propinsi dengan provinsi terakhir masih timor timur. Timor timur kini sudah terpisah dari NKRI menjadi negara baru yang berdaulat dengan nama Timor Leste.
KEINDAHAN SULAWESI
Sulawesi yang dulu dikenal dengan nama Celebes adalah sebuah pulau yang indah, luas wilayahnya berkisar 227.000 Km2, kurang lebih sebesar Inggris & Skotlandia. Dengan semenanjung yang panjang dan sempit, menyerupai bentuk bunga anggrek, hal ini menjadikan pulau ini memiliki garis pantai yang panjang dan merupakan pulau dengan pemandangan lepas pantai dan daratan tinggi yang sangat indah.
Secara geografis selat Makasar dikenal sebagai perbatasan garis wallace, yang membagi dua macam flora dan fana pemisah bagian barat dan timur Indonesia. Di tempat ini terdapat flora dan fauna spesifik seperti kayu hitam, babi rusa dan burung Maleo dengan ciri unik yaitu memiliki telur yang besar.
Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu, terbuki melalui tanda-tanda yang ditemukan pada gua-gua yang terdapat di dekat bukit berbatu gamping yang tak jauh dari kota Maros, kira-kira 30 Km bagian tenggara Makasar, ibu kota propinsi Sulawesi Selatan. Ada kemungkinan peradaban kuno di pulau ini adalah lembah Walanae, sebuah daerah di antara Sopeng dan Sengkang dimana perkakas kuno atau alat serpih ditemukan di sekitar daerah ini.
Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi Selatan memainkan peranan yang penting sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting.
Suku terbesar yang mendiami Sulawesi selatan yaitu: Bugis, Makasar dan Toraja. Masyarakat dari tiga suku terkenal tersebut dikenal sebagai pelaut yang heroik dan pemberani sebelum dan sesudah perang berlangsung. Dengan perahu layar tradisinal mereka berlayar mengarungi berbagai laut di Indonesia, menuju bagian utara Australia, beberapa pulau di Samudera Pasifik dan menuju Afrika.
Masyarakat Toraja dikenal dengan kebudayannya yang unik. Hal ini dapat dilihat terutama pada upacara kematian, rumah-rumah tradisional dengan bentuk atap yang melengkung dengan ukiran indah dan warna yang natural.
Secara geografis, masa sejarah dan prasejarah Sulawesi Selatan menciptakan unsur kebudayaan yang sangat menarik, kita dapat lihat dan nikmati keunikan tersebut, seperti upacara adatnya, tarian-tarian tradisional, ukiran, tenunan indah yang terbuat dari sutera dan kapas serta pemandangan alam tropis yang mempesona.
Secara geografis selat Makasar dikenal sebagai perbatasan garis wallace, yang membagi dua macam flora dan fana pemisah bagian barat dan timur Indonesia. Di tempat ini terdapat flora dan fauna spesifik seperti kayu hitam, babi rusa dan burung Maleo dengan ciri unik yaitu memiliki telur yang besar.
Pulau ini telah dihuni oleh manusia sejak 30.000 tahun yang lalu, terbuki melalui tanda-tanda yang ditemukan pada gua-gua yang terdapat di dekat bukit berbatu gamping yang tak jauh dari kota Maros, kira-kira 30 Km bagian tenggara Makasar, ibu kota propinsi Sulawesi Selatan. Ada kemungkinan peradaban kuno di pulau ini adalah lembah Walanae, sebuah daerah di antara Sopeng dan Sengkang dimana perkakas kuno atau alat serpih ditemukan di sekitar daerah ini.
Selama zaman yang makmur akan perdagangan rempah-rempah pada abad 15 sampai 19, Sulawesi Selatan memainkan peranan yang penting sebagai gerbang kepulauan Maluku, pulau yang kaya akan rempah-rempah. Kerajaan besar seperti Makasar dan Bone seperti yang disebutkan dalam sejarah Indonesia timur, telah memainkan peranan penting.
Suku terbesar yang mendiami Sulawesi selatan yaitu: Bugis, Makasar dan Toraja. Masyarakat dari tiga suku terkenal tersebut dikenal sebagai pelaut yang heroik dan pemberani sebelum dan sesudah perang berlangsung. Dengan perahu layar tradisinal mereka berlayar mengarungi berbagai laut di Indonesia, menuju bagian utara Australia, beberapa pulau di Samudera Pasifik dan menuju Afrika.
Masyarakat Toraja dikenal dengan kebudayannya yang unik. Hal ini dapat dilihat terutama pada upacara kematian, rumah-rumah tradisional dengan bentuk atap yang melengkung dengan ukiran indah dan warna yang natural.
Secara geografis, masa sejarah dan prasejarah Sulawesi Selatan menciptakan unsur kebudayaan yang sangat menarik, kita dapat lihat dan nikmati keunikan tersebut, seperti upacara adatnya, tarian-tarian tradisional, ukiran, tenunan indah yang terbuat dari sutera dan kapas serta pemandangan alam tropis yang mempesona.
TANAH TORAJA
Tanah Toraja, merupakan obyek wisata yang terkenal dengan kekayaan budayanya. Kabupaten yang terletak sekitar 350 km sebelah Utara Makassar ini sangat terkenal dengan bentuk bangunan rumah adatnya. Rumah adat ini bernama TONGKONAN. Atapnya terbuat dari bambu yang dibelah dan disusun bertumpuk, namun saat ini banyak juga yang menggunakan seng. Tongkonan ini juga memiliki strata sesuai derajat kebangsawanan masyarakat seperti strata emas, perunggu, besi dan kuningan.
Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.
Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.
Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.
Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tanah Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.
Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.
Kuburan Batu, salah satu bentuk kuburan Orang Toraja
Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini terdapat jalur penerbangan domestik Makassar - Tanah Toraja yang saat ini hanya sekali seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang, yang memakan waktu 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan ini membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh jam.
Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.
Pesta Rambu Solo’ atau pesta/ritual acara penguburan
Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak pesona wisata yang ditawarkan oleh tana toraja sebagai daerah tujuan wisata andalan sulawesi selatan.
Saking begitu melekatnya image Tanah Toraja dengan bangunan rumah adatnya ini, sebagai bentuk promosi pariwisata dan untuk menggaet turis Jepang ke daerah ini, maka rumah adat pun dibangun di negeri “matahari terbit” itu. Bangunannya dikerjakan oleh orang Toraja sendiri dan diboyong pengusaha pariwisata ke negari sakura. Sekarang di Jepang, sudah ada dua Tongkonan yang sangat mirip dengan Tongkonan yang asli. Kehadiran Tongkonan selalu membuat kagum masyarakat negeri tersebut karena bentuknya yang unik. Perbedaannya dengan yang ada di Tanah Toraja hanya terletak di atapnya yang menggunakan bambu.
Masih banyak lagi daya tarik dari Tanah Toraja selain upacara adat rambu solo (pemakaman) yang sudah kesohor selama ini. Sebutlah kuburan bayi di atas pohon tarra di Kampung Kambira, Kecamatan Sangalla, sekitar 20 kilometer dari Rantepao, yang disiapkan bagi jenazah bayi berusia 0 - 7 tahun.
Meski mengubur bayi di atas pohon tarra itu sudah tidak dilaksanakan lagi sejak puluhan tahun terakhir, tetapi pohon tempat “mengubur” mayat bayi itu masih tetap tegak dan banyak dikunjungi wisatawan. Di atas pohon tarra yang buahnya mirip buah sukun yang biasa dijadikan sayur oleh penduduk setempat itu dengan lingkaran batang pohon sekitar 3,5 meter, tersimpan puluhan jenazah bayi.
Sebelum jenazah dimasukkan ke batang pohon, terlebih dahulu pohon itu dilubangi kemudian mayat bayi diletakkan ke dalam kemudian ditutupi dengan serat pohon kelapa berwarna hitam. Setelah puluhan tahun, jenazah bayi itu akan menyatu dengan pohon tersebut. Ini suatu daya tarik bagi para pelancong dan untuk masyarakat Tanah Toraja tetap menganggap tempat tersebut suci seperti anak yang baru lahir.
Penempatan jenazah bayi di pohon ini juga disesuaikan dengan strata sosial masyarakat. Makin tinggi derajat sosial keluarga itu maka makin tinggi pula tempat bayi yang dikuburkan di batang pohon Tarra tersebut. Bahkan, bayi yang meninggal dunia diletakkan sesuai arah tempat tinggal keluarga yang berduka. Kalau rumahnya ada di bagian barat pohon, maka jenazah anak akan diletakkan di sebelah barat.
Kuburan Batu, salah satu bentuk kuburan Orang Toraja
Untuk menuju Tanah Toraja yang mengagumkan ini terdapat jalur penerbangan domestik Makassar - Tanah Toraja yang saat ini hanya sekali seminggu dan memakai pesawat kecil berpenumpang delapan orang, yang memakan waktu 45 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar. Jika lewat darat, perjalanan yang cukup melelahkan ini membutuhkan waktu selama tujuh hingga sepuluh jam.
Event menarik di kawasan wisata ini yaitu adanya upacara pemakaman jenazah (rambu solo) dan rambu tuka (pesta syukuran) yang merupakan kalender tetap tiap tahun. Selain event tersebut, para pengunjung bisa melihat dari dekat obyek wisata budaya menarik lainnya seperti penyimpanan jenazah di penampungan mayat berbentuk “kontainer” ukuran raksasa dengan lebar 3 meter dan tinggi 10 meter serta tongkonan yang sudah berusia 600 tahun di Londa, Rantepao.
Pesta Rambu Solo’ atau pesta/ritual acara penguburan
Ini adalah sebagian kecil dari sekian banyak pesona wisata yang ditawarkan oleh tana toraja sebagai daerah tujuan wisata andalan sulawesi selatan.
Langganan:
Postingan (Atom)